Powered By Blogger

Selasa, 22 Maret 2011


“Kapan kamu berubah lee?”
Ucapan emakku seakan air es menyadarkan lamunanku,sementara aku berusaha pura-pura sadar,emak masih asik menginjak-injak kacang hijau yang sudah mulai mengering yang dijemur diatas kain terpal lusuh.
“semoga secepatnya mak,aku juga sudah bosan jadi bujak lapuk.”
“iyo lee….emak cuman bisa mendo’akan,semoga anakku bocah bagus cepat-cepat menemukan jodohnya,kata simbahmu dulu lee….seorang bujang kalau sudah bekerja,tapi hasilnya tidak pernah terkumpul,maka segeralah dia harus nikah.”
“iyo….iyo…mak,aku kerja bertahun-tahun cuma buat makan,udut dan beli pulsa,mau membelikan kalung emak saja rasanya koq sulit.”
“kalau malam sholat hajat,nyuwun sama gusti Alloh,mugo2 jodohmu ndang cepat dipertemukan oleh-Nya,kalau Dia sudah punya mau,mempertemuakn kamu dan jodohmu itu seperti orang kesandung itu lho lee….. ujug-ujug wae ndak pakai dikira,apalagi direncanakan.”
“semoga begitu ya mak? amin ya robb….”
Anas mengamini harapan emaknya,meski dalam hatinya sebenarnya agak pesimis,bukan karena apa,namun dia sendiri bingung dengan perasaannya sendiri,kemauan untuk menikah sudah bulat,tapi setiap hatinya diajak berdiskusi soal jodoh,sepertinya hatinya membisu,mendadak saja dingin.
3 tahun yang lalu anas sudah bertunangan dengan seorang gadis pujaannya,namun ditengah perjalanan menantikan hari bahagia,gadis impiannya mengurungkan pertunangan itu. Anas bukan type lelaki yang mudah putus asa,lantas apa karena putus cinta itu yang menyebabkan hatinya mudah membeku saat bertemu gadis lain?
Sebenarnya kalau mau jujur,jauh dilubuk hati anas, sudah mulai bisa menerima keyataan pahit ini,dia sadar jodoh,rejeki dan maut menjadi rahasia Allah,namun yang belum bisa dia terima sampai detik ini adalah alasan yang melatar belakangi kegagalan cintanya.Mungkin kalau kebekuan hatinya itu disebut “penyakit”,maka dari penerimaan tentang sebab atau alasan pemutusan pertunangan itulah awal dia akan menemukan obatnya.
Kita manusia sering terlena dan terpukau dengan segala sebab,sehingga lupa dengan sang pencipta sebab, padahal dengan atau tanpa sebab ketentuan-Nya yang telah digariskan untuk kita akan tetap terjadi.
Simbahku dulu pernah cerita ;
Konon jaman dulu kala,saat malaikat izra’il menunaikan tugasnya mencabut nyawa mahkluk hidup termasuk manusia tidak pernah didahului dnegan sebab-musabab,tiba-tiba saja tanpa sakit tanpa kecelakaan manusia mati,sedang berjalan tiba-tiba mati,sedang bercanda mati,lagi asik-asik ngerumpi mati,oleh karena itulah malaikat izra’il sangat dibenci manusia,mungkin kalau dipoling “siapa makhluk yang paling mereka benci?” malaikat izra’il menduduki peringkat pertama.
Atas kenyataan ini, malaikat izra’il mengadu kepada malaikat Jibril, al-kisah Jibril pun memohon petunjuk kepada Allah SWT, Allah pun kemudian memerintahkan kepada malaikat izra’il untuk memberikan sebab-musabab saat menjelang pencabutan nyawa,akhirnya sebelum manusia mati didahului sakit,kecelkaan,tertimpa gedung,tertelan badai tsunami dan sebagainya,akhirnya manusia lupa dengan peran malaikat Izra’il, yang mereka tahu dan ingat “kenapa si fulan mati?” sakita apa dia?” atau “ooo.. sia fulan mati karena kecelakaan tertabrak sepeda onthel”.
Itulah kita manusia ………………..(zid)
Sumber : http://tanbihun.com/sosbud/cerpenpuisi-sajak/cerpenbujang-lapuk-kisah-simbahku/

Rahasia Do’a 999% Mustajab


Tabihun – Do’a atau berdo’a tidak asing lagi bagi telinga kita. Hampir semua agama dan kepercayaan mengajarkan kepada pengikutnya untuk senantiasa bedo’a. sebab do’a adalah pengingat ketika keberhasilan dapat diraih,maka kita sadar itu merupakan karunia Alloh, jika kegagalan yang datang, maka do’a sebagai benteng dari putus asa, karena dari situ kita tahu betapa lemahnya kita,tanpa pertolongan-Nya mustahil kita mampu menjalani hidup ini.
Sebagian orang menggap do’a sebagai “pesugihan” yang halal, mungkin anda sudah mencari do’a manjur,do’a paling mujarab,do’a paling ampuh, atau juga mendatangi tempat berdo’a yang maqbul, mungkin juga sudah menyempatkan waktu untuk memasuki waktu mustajabnya do’a.
Pernahkah kita merasa kalau do’a kita ditolak oleh Alloh?
Berbagai do’a sudah dilantunkan, bermacam cara bahkan tidak jarang kita meluangkan waktu, mencari saat dan tempat yang konon mustajab untuk berdo’a, namun semua itu nyaris tidak membawa hasil, bahkan yang lebih tragis, nikmat yang kita harapkan malah laknat yang datang. Kehidupan yang layak, rejeki yang melimpah,isteri yang cantik,kendaraan mewah selalu kita panjatkan agar itu berpihak pada kita, namun bukannya mendekat, malah menjauh.
Rahasia do’a makbul
Setelah bertahun-tahun terombang-ambung diantara harapan dan putus asa, kadang pertanyaan- pertanyaan datang bertubi-tubi. Kenapa Alloh masih enggan mengabulkan do’aku? Apa salahku? Kurang apalagi? Puasa sudah,berdo’a sudah,beramal sudah, tapi koq masih begini saja.
Ada 3 tahapan yang harus kita lakukan agar do’a kita maqbul, bahkan dijamin pasti insya Alloh manjur ;
1. Syukur
Mungkin kita bertanya, hidup saja susah apa yang mau disyukuri? Inilah kesalahan kita. Coba kita renumgkan ! andai kita mempunyai anak, anak kita minta mobil-mobilan, karena kita sayang kita kasih, tapi anak itu lupa membawa pulang mainannya ketika bermain dengan kawan-kawannya. Hilanglah mainan itu. Keesokan harinya dia merengek minta dibelikan lagi,kita pun membelikannya, dan kejadian pertama terulang lagi. Lantas jika anak kita itu minta lagi apa jawab kita? Apa akan langsung membelikannya? Tentu kita akan marah bukan?
Memang Alloh tidak seperti kita, namun kita hendaknya tahu diri, bagaimana Alloh akan mengabulkan do’a kita jika nikmat yang sudah ada saja tidak pernah disyukuri, ini namanya tidak tahu berterima kasih.
Dan yang paling penting adalah ; do’a itu bisa di ijabah atau ditolak oleh Alloh, tapi syukur pasti akan diterima ( bagaimana syukur yang benar? akan dilanjutkan dalam tulisan berikutnya , insya Alloh).
Jika kita bersyukur, maka Alloh akan menambahi anugerah-Nya kepada kita tanpa kita minta sekalipun. Alloh berfirman ; “Jika kamu menghitung-menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya (menghitungnya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” QS. An Nahl : 18.
2. Malu
Sepantasnya kita malu, mungkin kita tidak diberi harta lebih, tapi kita masih diberi akal, tangan, kaki dan yang lebih penting kita masih hidup, tapi kenikmatan2 itu sekan tidak berarti apa-apa bagi kita, kita mendefinisikan nikmat itu hanya berupa harta,tahta,wanita.
3. Istighfar
mohonlah ampun kepada Alloh, atas kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan dengan sebenar-benarnya.
Insya Alloh dengan di awali dan dilandasi 3 hal tersebut do’a kita akan di kabulkan oleh Alloh. Dengan catatan semua itu dilakukan dengan benar tanpa direkayasa.

KESALAHAN DALAM MENDIDIK ANAK ANDA


Menurut Pakar Motivasi Dr Hasan Hj Mohd Ali, terdapat 40 kesalahan orang tua dalam mendidik anak-anak. yaitu;
1) Pemilihan jodoh tanpa memperhitungkan mengenai dzuriat ( Keturunan ).
2) Perhubungan suami isteri tanpa memperhitungkan mengenai Keturunan.
3) Kurang berlemah lembut terhadap anak-anak.
4) Memaki dalam menegur kekhilafan anak-anak.
5) Tidak berusaha mevariasikan makanan yang disaji untuk anak-anak.
6) Jarang bersama anak-anak sewaktu mereka sedang makan.
7) Melahirkan suasana yang kurang akrab ketika makan.
8 ) Membeda-bedakan kasih sayang terhadap anak-anak.
9) Kurang melahirkan kasih sayang.
10) Sering mengeluh di hadapan anak-anak.
11) Tidak mengantar-menyambut anak-anak ketika mereka pergi & pulang dari sekolah.
12) Tidak mengenalkan anak-anak dengan konsep keadilan.
13) Tidak memberatkan pendidikan agama dikalangan anak-anak.
14) Tidak terlibat dengan urusan pelajaran anak-anak.
15) Tidak memprogramkan masa rehat dan riadah (piknik & olahraga) anak-anak.
16) Tidak menggalakkan dan menyediakan suasana suka membaca.
17) Mengizinkan anak menjamah makanan &minuman yang tidak halal.
18) Tidak memberi contoh tauladan yang baik di hadapan anak-anak.
19) Jarang meluangkan waktu untuk bergurau senda dengan anak-anak.
20) Terdapat jurang komunikasi di antara ibu bapa dan anak-anak.
21) Tidak menggunakan bahasa yang baik.
22) Suka bertengkar di hadapan anak-anak.
23) Senantiasa menunjukkan muka masam di hadapan anak-anak.
24) Tidak Membimbing Anak-anak supaya mematuhi syarat.
25) Memberi kebebasan yang berlebihan kepada anak-anak.
26) Terlalu mengekang kebebasan anak-anak.
27) Tidak menunaikan janji yang dibuat terhadap anak-anak.
28) Tidak menunjukkan minat kepada aktivitas anak-anak.
29) Tidak memupuk semangat membaca di kalangan anak-anak.
30) Tidak berminat melayani pertanyaan atau kemusykilan anak-anak.
31) Tidak memberi perhatian terhadap buah fikiran anak-anak.
32) Lambat memberi penghargaan kepada anak-anak.
33) Sering mengungkit sesuatu kesalahan yang dilakukan oleh anak-anak.
34) Hukuman yang tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukan.
35) Sering mengancam dan menakutkan anak-anak.
36) Menghukum tanpa menyatakan kesalahan yang dilakukan.
37) Tidak konsisten dalam menjatuhkan hukuman kepada anak-anak.
38) Memberi nasihat yang sama kepada anak-anak.
39) Tidak tegas dalam mendidik anak-anak.
40) Tidak menganjurkan anak-anak hidup bekerjasama.

Teknik mengajar anak MENGHORMATI dan mengeratkan hubungan ibu bapaknya:

1. Jika si ibu memarahi anak, bapak DILARANG membela anak sewaktu anak itu dimarahi. Begitu pula sebaliknya. Jika tidak, anak akan hilang rasa hormat terhadap ibu/bapak yg memarahi. Anak akan meniru apa yg diajar/dididik oleh ibu bapanya. Apabila berlaku  arahan/undang-undang, anak akan menjadi keliru arahan/undang-undang siapakah yg patut dipatuhi. Si ibu atau si bapa. Apabila berlaku pertentangan pendapat yg terang2 ditunjukkan ibu bapa kepada anak ketika dimarahi, ia telah menjatuhkan MARWAH (harga diri ) dan MARTABAT orang yg memarahi (ibu/bapa). Anak hilang rasa hormat dan merasakan perbuatan nakal mereka adalah betul belaka kerana ada yg backing.

2. Bapak DILARANG membentak/mengherdik/bertengkar dengan Ibu di hadapan anak. Begitulah sebaliknya. Anak itu akan meniru tindak tanduk ibu bapak.
3. Sentiasa masak untuk anak dan ajak anak  masak/makan bersama, makanan hasil tangan ibu ini dapat mengeratkan hubungan rohani anak dan ibu. 4. Ibu bapak MESTI makan bersama anak-anak

sumber : tanbihun.com/sosbud/opini/40-kesalahan-dalam-mendidik-anak

KEAJAIBAN SEDEKAH


Jika kita membuka Ensiklopedia Mukjizat Alquran & Hadis saya menemukan sebuah kisah dari penggalan ayat Al-Qur’an, surat Al-Kahfi 18 : 32. Petikannya seperti ini :
“Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.”
Ada banyak keterangan yang menjelaskan identitas dua orang laki-laki tersebut tapi menurut Muhammad bin Al-Hasan Al-Muqri’, dua orang laki-laki tersebut bernama Tamlikha & Qurthus.
Semula kedua orang itu bekerja sama, lalu mereka membagi rata kekayaannya masing-masing 3.000 dinar. Seorang yang beriman (Tamlikha) membelanjakan 1.000 dinar untuk membebaskan seorang budak. 1.000 dinar yang kedua dibelanjakan baju untuk dibagikan kepada kaum dhuafa & 1.000 dinar sisanya dibelanjakan makanan dan dibagikan kepada orang-orang yang kelaparan.
Kisahnya kita lanjutkan…bagaimana dengan kisah Qurthus (hamba Allah yang tidak beriman)?
Qurthus memanfaatkan aset yang ia miliki dengan menikahi seorang perempuan kaya & membeli hewan ternak dan sapi. Ia kemudian mengembangbiakkan ternaknya hingga terus bertambah. Hingga akhirnya Qurthus menjadi orang yang paling kaya.
Tapi yang membuat saya terharu ketika membaca kisah yang sama versi Atha’ :
Dua orang ini mulanya bekerjasama. Mereka berdua memiliki kekayaan masing-masing 8.000 dinar (sekitar Rp.10 Milyar!). Salah seorang membeli sebidang tanah seharga 1.000 dinar, sementara yang lain berkata,” Ya Allah, saudaraku telah membeli sebidang tanah seharga 1.000 dinar. Aku akan membeli dari-Mu sebidang tanah surga dengan cara bersedekah sebesar 1.000 dinar.”
Orang yang pertama tadi membeli tanah lalu membangun rumah yang menghabiskan 1.000 dinar, sementara yang lain berkata,”Ya Allah, saudaraku telah membangun rumah dengan dana sebanyak 1.000 dinar. Aku akan membeli dari-Mu rumah di surga dengan cara menyedekahkan uang 1.000 dinar.”
Setelah melihat temannya menikah, saudaranya yang rajin bersedekah itu berkata,”Ya Allah, saudaraku telah menikahi seorang perempuan dengan mahar 1.000 dinar. Aku meminang dari-Mu seorang bidadari surga dengan cara bersedekah sebesar 1.000 dinar. Saudaraku membeli gelang & perhiasan lainnya seharga 1.000 dinar. Aku akan membeli gelang & perhiasan dari surga dengan cara bersedekah seharga 1.000 dinar.”
Pada satu kisah, Tamlikha sedang diuji Allah SWT dengan kesulitan finansial. Dia berpikir akan meminta bantuan kepada temannya, Qurthus, agar bisa dipekerjakan di kebun miliknya. Mudah-mudahan ia mau membantuku, batin Tamlikha.
Ketika dua orang sahabat ini bertemu, Tamlikha menyampaikan niatnya. Lalu Qurthus bertanya,
“Bukankah aku telah memberikan setengahnya? Lalu apa yang kamu perbuat atas hartamu?” Tamlikha pun menjawab,”Aku membelanjakan hartaku untuk sesuatu yang lebih baik dan lebih kekal bagi Allah.”
Singkat cerita Qurthus mengusir Tamlikha. Sesuai dengan yang diberitakan dalam Al-Kahfi ayat 82 orang kaya ini melindungi kebunnya tetapi Allah SWT melenyapkannya dengan mengirim musibah dari langit.
Kisahnya cukup panjang, anda bisa baca lanjutan kisahnya di Ensiklopedia Mukjizat Alquran & Hadis no.6 “Kemukjizatan tumbuhan & buah-buahan”.
Mari kita sama-sama simak Surat Al-Baqarah ayat 281 :
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
Di ayat yang lain Allah SWT akan mencabut perasaan takut & khawatir bagi orang-orang yang gemar bersedekah.

sumber : mohon maaf saya lupa

Keajaiban Di Balik Perintah Shalat Subuh


Kenapa Harus Bangun pagi buta untuk Sholat Subuh?? Bagi seorang muslim mungkin pertanyaan ini dengan mudah dijawab ; karena sholat subuh adalah bagian dari ibadah wajib yang harus dikerjakan sebagai bukti ketaatan pada Tuhannya. Tapi kenapa ya harus pagi buta gitu sholatnya?? lagi enak-enak tidur kok disuruh sholat.??? Pertanyaan-pertanyaan ini untuk sebagian orang mungkin dianggap bodoh dan bisa dianggap nyeleneh. Tapi untuk orang-orang yang berfikir ilmiah pertanyaan tersebut adalah stimulasi ide besar untuk pembuktian. Kenapa harus dibuktikan?? Yang jelas tidak ada satu halpun yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan kepada umatnya tanpa kebermanfaatan.
Jika kita amati, ada satu hal yang berbeda dari ritual sholat subuh dibandingkan sholat lima waktu lainnya. Kalimat yang terdengar dari suara adzan sedikit berbeda dengan adzan pada sholat yang lain. Kalimat “ash shalatu khairun minan naum”, menjadi titik perbedaannya. Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Kenapa kalimat itu hanya muncul pada adzan subuh dan tidak pada adzan lainnya ?
Memang ada banyak hikmah yang bisa diambil dari ritual di pagi buta ini. Dari peluang rezeki yang besar karena sudah mulai sejak subuh sampai manfaat terhindar dari kemacetan terutama di kota metropolitan seperti Jakarta. Ternyata bukan itu saja arti kebermanfaatan yang Allah berikan. Sholat subuh juga mempunyai manfaat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular.
Di dalam tubuh manusia ada kekuatan yang terus bekerja tanpa kita komando. Apakah kita sedang tersadar atau tidur. Kekuatan yang mengatur gerak usus kita sehingga bisa dikeluarkan menjadi feses setelah menyerap zat-zat bermanfaat untuk tubuh. Kekuatan syaraf otonom mempunyai 2 fungsi yang bekerja secara antagonis, biasa kita sebut sebagai syaraf simpatis dan syaraf parasimpatis.
Kita mempunyai irama tubuh yang biasa disebut irama sirkadian tubuh dimana mulai jam 3 dini terjadi peningkatan adrenalin. Akibatnya tekanan darah manusia juga meningkat. Padahal kita sedang tidur pulas. Biasanya adrenalin kita bekerja saat kita beraktifitas atau dalam keadaan stress. Selain itu terjadi pula penyempitan pembuluh darah otak yang menyebabkan oksigenasi otak berkurang sehingga kita merasa berat kalo bangun pagi dan cenderung mengantuk. Peningkatan adrenalin juga mengaktivasi sistem pembekuan darah dimana sel-sel trombosit berangkulan membentuk suatu trombus. Trombus inilah yang menyebabkan gangguan kardiovaskuler pada manusia. Semuanya adalah kerjaan saraf simpatis.
Lalu apa hubungannya dengan Sholat???
Hasil penelitian Furchgott dan Ignarro serta Murad tentang suatu zat didalam dinding sel yang dapat melebarkan pembuluh darah menjawab pertanyaan di atas. Zat yang ditemukan itu bernama NO (Nitrit Oksida). Yang luar biasa adalah ternyata Nitrit Oksida ini diproduksi terus menerus selama istirahat termasuk ketika manusia tidur. Zat ini juga mencegah terbentuknya trombus dengan menghambat agregasi/penempelan trombosit. Hasil temuan ini mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.
Aktivitas Bangun pagi untuk sholat subuh apa lagi dengan berjalan ke mesjid untuk berjamaah dapat meningkatkan kadar Nitrit oksida dalam pembuluh darah sehingga oksigenasi ke otak juga bertambah akibat melebarnya pembuluh darah otak dan yang pasti trombosit dicegah untuk saling menempel jadinya pembuluh darah tidak bertambah sempit. Aktivitas mengejan yang ditimbulkan pada gerakan rukuk dalam sholat meningkatkan tonus syaraf parasimpatis yang melawan efek dari syaraf simpatis seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Subhanallah bukan?? dengan menjalankan sholat subuh apa lagi dengan berjalan ke mesjid (terutama untuk yang laki-laki ni) kita dapat mencegah proses gangguan pada sistem kardiovaskular kita.
Untuk orang-orang yang berfikir, demikian hikmah dari ajakan-Nya “ash shalatu khairun minan naum”.
Sumber : mukjizatalquran.com

Kamis, 17 Maret 2011

IMAJINASI MANUSIA TENTANG AL-KHIDIR AS


Al-Khidir adalah hamba yang saleh dan disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam Surat Al-Kahfi, yaitu sebagai teman sayidina Musa as. Dimana Nabi Musa as. belajar kepadanya.
Al-Khidir mensyaratkan kepadanya agar bersabar. Maka Musa menyanggupinya. Al-Khidir berkata, “Bagaimana kamu dapat bersabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan
yang cukup tentang hal itu?” Al-Khidir tetap menyertai Musa. Ia adalah seorang hamba yang diberi rahmat oleh Allah dan ilmu dari sisi-Nya. Musa terus berjalan bersamanya dan melihat Al-Khidir telah melobangi perahu. Maka Musa berkata, ”Apakah engkau melubanginya supaya penumpangnya tenggelam?”
Cerita selanjutnya telah disebutkan dalam Surat Al-Kahfi.

Musa merasa heran atas perbuatannya, hingga Al-Khidir menerangkan kepadanya sebab-musabab dari perbuatan yang dilakukan itu. Pada akhir pembicaraannya, Al-Khidir berkata, ”Bukanlah aku melakukan itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah penjelasan dari perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat bersabar atasnya.” Maksudnya, semua perbuatan itu hanyalah karena kemauan Allah Ta’ala.
Sebagian orang berkata tentang Al-Khidir:
Ia hidup sesudah Musa hingga zaman Isa, kemudian zaman Nabi Muhammad saw, ia sekarang masih hidup, dan akan hidup hingga Kiamat. Ditulis orang kisah-kisah, riwayat-riwayat dan
dongeng-dongeng bahwa Al-Khidir menjumpai si Fulan dan memakaikan kirqah (pakaian) kepada si Fulan dan memberi pesan kepada si Fulan.
Sama sekali tidak adil pendapat yang mengatakan bahwa Al-Khidir masih hidup – sebagaimana anggapan sementara orang - tetapi sebaliknya, ada dalil-dalil dari Al-Qur’an, Sunnah, akal dan ijma, diantara para ulama dari ummat ini bahwa Al-Khidir sudah tiada.
Dengan mengutip keterangan dari kitab Al-Manaarul Muniif fil-Haditsish-Shahih wadl-Dla’if
karangan Ibnul Qayyim. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan dalam kitab itu ciri-ciri dari hadis maudlu, yang tidak diterima dalam agama. Diantara cirinya ialah “hadis-hadis yang menceritakan tentang Al-Khidir dan kehidupannya.” Semuanya adalah dusta.
Tidak satu pun hadis yang shahih.
Di antara hadis maudlu, itu ialah hadis yang berbunyi:
“Bahwa Rasulullah saw. sedang berada di masjid, ketika itu beliau mendengar pembicaraan dari arah belakangnya. Kemudian beliau melihat, ternyata ia adalah Al-Khidir.”
Juga hadis, “Al-Khidir dan Ilyas berjumpa setiap tahun.” Dan hadis, “Jibril, Mikail dan Al-Khidir bertemu di Arafah.”
Ibrahim Al-Harbi ditanya tentang umur Al-Khidir yang panjang dan bahwa ia masih hidup. Maka beliau menjawab “Tidaklah ada yang memasukkan paham ini kepada orang-orang, kecuali setan.”
Imam Bukhari ditanya tentang Al-Khidir dan Ilyas, apakah keduanya masih hidup? Maka beliau menjawab, “Bagaimana hal itu terjadi?” Nabi saw. telah bersabda, “Tidaklah akan hidup sampai seratus tahun lagi bagi orang-orang yang berada di muka bumi ini.” (H.r. Bukhari-Muslim) .
Banyak imam lainnya yang ketika ditanya tentang hal itu, maka mereka menjawab dengan menggunakan Al-Qur’an sebagai dalil:
“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jika kamu mati apakah mereka akan kekal?” (Q.s. Al-Anbiyaa’: 34).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ditanya tentang hal itu, maka ia menjawab, “Andaikata Al-Khidir masih hidup, tentulah ia wajib mendatangi Nabi saw. dan berjihad bersamanya, serta belajar darinya.” Nabi saw. telah bersabda ketika perang Badar, “Ya Allah, jika pasukan ini binasa,
niscaya Engkau tidak disembah di bumi.”
Pada waktu itu mereka berjumlah 313 orang laki-laki yang dikenal dengan nama-nama mereka, nama-nama dari bapak-bapak mereka dan suku-suku mereka. Maka, di manakah Al-Khidir pada
waktu itu? Al-Qur’an dan Sunnah serta pembicaraan para peneliti ummat menyangkal masih adanya kehidupan Al-Khidir seperti anggapan mereka. Sebagaimana firman Allah swt. di atas.
Jika Al-Khidir itu manusia, maka ia tidak akan kekal, karena hal itu ditolak Al-Qur’anul Karim dan Sunnah yang suci. Seandainya ia masih hidup, tentulah ia datang kepada Nabi saw. Nabi saw. telah bersabda, “Demi Allah, andaikata Musa masih hidup, tentu ia akan mengikuti aku.” (H.r. Ahmad, dari Jabir bin Abdullah) .
Jika Al-Khidir seorang Nabi, maka ia tidak lebih utama daripada Musa as, dan jika seorang wali, tidaklah ia lebih utama daripada Abu Bakar r.a.
Apakah hikmahnya sehingga ia hidup hingga kini – sebagaimana anggapan orang-orang – di padang luas, gurun dan gunung-gunung? Apakah faedahnya syar’iyah maupun akliah di balik ini? Sesungguhnya orang-orang selalu menyukai cerita-ccrita ajaib dan dongeng-dongeng fantastis. Mereka menggambarkannya menurut keinginan mereka, sedangkan hasil dari imajinasinya, mereka gunakan sebagai baju keagamaan. Cerita ini disebarkan diantara sebagian orang awam dan mereka menganggapnya berasal dari agama mereka, padahal sama sekali bukan dari agama. Hikayat-hikayat yang diceritakan tentang Al-Khidir hanyalah rekayasa manusia dan tidak diturunkan oleh Allah hujjah untuk itu.
Adapun mengenai pertanyaan: Apakah ia seorang Nabi atau wali?
Para ulama berbeda pendapat mengenai hal itu. Tampaknya yang lebih tepat Al-Khidir adalah seorang Nabi, sebagaimana tercantum pada ayat yang mulia dari Surat Al-Kahfi, “… dan bukanlah aku melakukannya menurut kemauanku sendiri …”
(Q.s. Al-Kahfi: 82).
Perkataan itu adalah dalil bahwa ia melakukan itu berdasarkan perintah Allah dan wahyu-Nya, bukan dari dirinya. Lebih tepatnya dia adalah seorang Nabi bukan wali.

sumber : mohon maaf lupa